Setelah semua tiket udah dipesen, dua minggu sebelum berangkat, pas lagi di depan tv berdua sama Ibu. "Bu, lebaran aku ke rinjani ya, Di lombok," kata gw dengan nada datar. "Liburan tuh di rumah, kumpul sekeluarga. Kak Nina aja pulang. Berapa orang?" jawab dengan nada datar juga. "Berdua," kata gw pelan. "Hah? Berdua? sama anak KMK?" Nada nyokap mulai gak nyantai. "Iya, yang waktu itu ke Bali juga." "Udahlah, gak usah. Kirain rame-rame." "Tiket udah di pesen semua, Bu. Masa gak jadi." "Udah, di rumah aja tidur. Gak usah berangkat." "Tidur mah gak dapet apa-apa." "Naik gunung dapet apa emang. Pulang-pulang kamu makin item, dekil. Emang berani?" "Hahaha. Biarin. Karena ada "Rani" di kata "berani" bu." "Pret!" Muka nyokap gak enak, dia langsung ke dapur. Yaa, salah satu kebiasaan jelek gw dari dul...