Pram, dia teman pertama dan terbaikku saat masih di taman kanak-kanak dulu. Tinggi kami tidak lebih dari 100 cm saat itu. Ibu Pram sangat baik, aku sering mampir ke rumahnya sebentar setelah pulang sekolah, sekedar untuk minum dan makan makanan kecil. Ayah Pram juga sangat ramah, kami sesekali diantar Ayah Pram ke sekolah. Pram baru punya satu adik saat itu. Rupanya aku dan Pram masuk ke sekolah dasar yang sama. Seiring bertambahnya kelas, dia semakin tinggi dan kurus menjulang, persis seperti ayah dan ibunya. Tidak hanya tingginya yang bertambah, adik Pram pun terus bertambah, sampai ia memiliki empat adik. Ibuku dan Ibunya saling mengenal. "Mama Jani", begitu Ibu Pram memanggil ibuku. Ibu Pram tidak sesegar ketika aku masih TK dulu. Meskipun tubuhnya semakin kurus, tetapi senyumnya tetap seteduh dahulu. Aku dan Pram tidak lagi satu sekolah di SMP dan SMA. Yang aku tahu, keluarga Pram sudah pindah ke Bogor. Sejak saat itu, aku tidak pernah melihat Pram dan seluruh ke...