Skip to main content

Posts

Kembali

Saya pamit pergi Mungkin tidak kembali Lalu singgah di beberapa tempat Menemukan banyak hal baru Menyadari kesalahan yang saya buat Belajar ini dan itu Kembali Rekonsiliasi Tidak bisa lagi berjuang dengan cara yang sama Jika mengharapkan hasil yang berbeda Perlahan, saya mengetuk pintumu Kamu sedang duduk menanti "Saya percaya kamu akan kembali.." "Akhirnya saya sadar bahwa saya harus kembali.." 6 Sep 2017 00.30

Just Keep Swimming

http://www.gradpsychblog.org/wp-content/uploads/Just-Keep-Swimming.jpg Sepanjang hari, lantunan Just Keep Swimming dari Finding Dory menempel di kepala saya. Mengalun di tempurung sampai beberapa kali akhirnya tergumam juga. Akhirnya, akan kembali berenang setelah sekian lama. Sebagai newbie , saya masih jauh dari jago. Pergerakan saya sangat lambat. Tapi, yaa, just keep swimming .. Percobaan pertama, saya gagal mencapai ujung. Percobaan kedua, masih belum berhasil meskipun sudah lebih jauh dari sebelumnya. Terus mencoba, keukeuh bahwa saya harus bisa sampai ujung. Setelah beberapa kali percobaan, akhirnya saya dapat apa yang saya mau meskipun sambil terengah-engah. Ada kepuasan tersendiri ketika akhirnya saya bisa memperoleh apa yang saya inginkan. Setelah sampai, apalagi? Pikiran menuntut sesuatu yang lebih. Saya coba bereksplorasi. Bergerak dengan lebih santai sambil menikmati gelombang yang terpantul di dasar kolam. Dia bergerak dengan teratur, sesekali bersi...

Lapar

Kemarin kamu membatalkan sepihak. Hari ini, kamu, lagi-lagi secara sepihak, mengubah rencana besok menjadi hari ini. Kamu otoriter. Ah, saya mendadak kehilangan selera menonton monyet-monyet itu. Kita tidak jadi nonton. Alih-alih, saya mengajakmu ke tempat makan favorit saya dengannya. Antriannya panjang. Seperti biasa, secara sepihak, kamu memutuskan untuk menunggu. Ah, padahal, saya sudah lapar sekali. Orang lapar biasanya akan menunjukkan dirinya yang sebenernya, termasuk saya. Saya mulai mengomentari hal-hal tidak penting. Mulai memberikan ekspresi tidak menyenangkan untuk apa yang berlalu lalang di hadapan saya. Selera humormu yang buruk pun jadi tidak bisa lagi ditoleransi. Akhirnya namaku dipanggil. Menu diberikan. Kita memilih-milih menu. "Kalau kami dulu biasanya makan sambal mangga muda," kataku tanpa filter. "Jangan, nanti keguguran," jawabmu asal. Raut wajahmu terlihat berubah, tidak bisa kamu sembunyikan. Saya kembali mengomentari hal-hal yang tidak...

Genangan

https://pixabay.com/en/macro-puddle-rain-raindrops-71261/ aku berjalan. menikmati malam. jalanan masih basah karena hujan. kulihat jalan menuju rumahmu yang tidak pernah lagi aku lalui. kulihat mobil antik hijau tua pekat. rupanya platnya tidak sama dengan milikmu. kulihat tempat ngopi yang biasa kita kunjungi tiap minggu malam. tempat itu kini kosong. ada banyak genangan. dengan hati-hati aku berjalan menghindarinya. berharap genangan ini tidak perlu mengotori kakiku. satu genangan, dua genangan, lima genangan, seratus genangan, tiga ribu lima ratus tujuh puluh sembilan genangan. Ahhh, ternyata menghindari genangan sangatlah melelahkan. kuputuskan untuk menghampiri genangan itu satu persatu. genangan kenangan. kenangan yang menggenang. ada yang dangkal. ada yang dalam. ada yang keruh. ada yang jernih. genangan selama hampir dua dasawarsa. waktu tidak pernah berhenti. tidak seperti aku dan kamu, yang hanya tinggal kenangan, yang menggenang.

Lagu Sunyi

Lagu sunyi perlahan mengalun Malam dan gelap mulai menari Kau masih duduk di sudut, sendiri Aku ingin mengajakmu berdansa, kasihku Kemarilah, Kita menari bersama malam dan gelap Mengikuti alunan irama sunyi Menarilah tanpa ragu, Karena hanya ada aku, kau, gelap, dan malam Mendekatlah, biarkan aku menghirup aromamu Seperti malam yang menghirup gelap sampai fajar tiba Malam dan gelap kini saling bercumbu Aku dan kamu berada dalam satu sumbu Sementara sunyi, semakin memburu

Lepas

Melepaskan yang ada, berarti terbuka pada setiap kesempatan yang mungkin. Percaya bahwa semesta dengan segala keacakannya yang teratur akan memberikan yang terbaik sebagai gantinya. Kalaupun kekosongan yang menggantikan, yaa, semesta memberimu "kosong" itu sendiri. Belajar!

Father and Son

It's not time to make a change Just relax, take it easy You're still young, that's your fault There's so much you have to know Find a girl, settle down If you want you can marry Look at me, I am old, but I'm happy I was once like you are now And I know that it's not easy To be calm when you've found Something going on But take your time, think a lot Think of everything you've got For you will still be here tomorrow But your dreams may not How can I try to explain? When I do he turns away again It's always been the same, same old story From the moment I could talk I was ordered to listen Now there's a way And I know that I have to go away I know I have to go It's not time to make a change Just sit down, take it slowly You're still young, that's your fault There's so much you have to go through Find a girl, settle down If you want you can marry Look at me, I am old, but I'm happy All the times that I've cried Keeping all ...

Resign

  Umur dua puluh lima tahun rasanya adalah salah satu yang tidak terlupakan. Banyak keputusan penting yang saya ambil, salah satunya adalah memutuskan untuk resign. Saya sangat beruntung bisa memulai karir di tempat ini. Belajar dari ahlinya, pengembangan diri yang sangat didukung, dan menjalin persahabatan dengan rekan kerja. Bersyukur untuk semua pengalaman yang telah diperoleh selama empat tahun saya bekerja disini. Saatnya mengepakkan sayap kembali. Berharap semakin bertumbuh dan bermanfaat bagi yang lain.  

Kais

Kais namanya. Dia berumur empat tahun. Perawakannya kurus, putih, dan tinggi. Gigi susunya sudah hampir tanggal semua. Kalau tertawa, yang terlihat tinggal gigi susunya yang di bagian depan dan sudah grepes . Sejak pertama melihat, saya tahu bahwa saya akan "nyambung" dengan anak ini. Kais adalah cucu Mimi, pemilik kediaman tempat saya live-in Magis. Saya akan menceritakan pengalaman lengkap live-in Magis di sesi yang terpisah. Awalnya Kais malu-malu, tapi setelah tiga hari saya live-in , Kais rasanya adalah anggota keluarga Mimi yang paling dekat dengan saya. Kais menggunakan campuran bahasa Indonesia dan Indramayu. Kadang, ibunya membantu menerjemahkan ke bahasa Indonesia kalau Kais sedang berbincang dengan saya dan muka saya terlihat bingung. Pada suatu sore, karena saya tidak ada kerjaan, akhirnya saya mengajari Kais lagu Naik-Naik ke Puncak Gunung dan Burung Kakaktua. Anak-anak memang pembelajar yang sangat cepat, tidak sampai satu jam, dia sudah hafal liri...

Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang Berganti

Here is the beautiful song! oleh: Banda Neira Jatuh dan tersungkur di tanah aku Berselimut debu sekujur tubuhku Panas dan menyengat Rebah dan berkarat Yang patah tumbuh, yang hilang berganti Yang hancur lebur akan terobati Yang sia-sia akan jadi makna Yang terus berulang suatu saat henti Yang pernah jatuh ‘kan berdiri lagi Yang patah tumbuh, yang hilang berganti Di mana ada musim yang menunggu? Meranggas merapuh Berganti dan luruh Bayang yang berserah Terang di ujung sana Yang patah tumbuh, yang hilang berganti Yang hancur lebur akan terobati Yang sia-sia akan jadi makna Yang terus berulang suatu saat henti Yang pernah jatuh ‘kan berdiri lagi Yang patah tumbuh, yang hilang berganti Yang patah tumbuh, yang hilang berganti Selamat Paskah!