Skip to main content

Posts

Nggak Tahu

Nggak tahu gimana cara terimanya. Nggak tahu gimana cara nyampeinnya. Nggak tahu gimana nyeleseinnya. NGGAK TAHU! Salah nggak sih? Nggak tahu. Egois banget gitu? Nggak tahu. Terus harus gimana? Nggak tahu, Nyet! Nanya mulu. Kalo dibiarin, gak akan selesai. Mau nyelesain, gak punya amunisi. Jangan harap ada konklusi, kalo solusi aja cuma ilusi. Atau gimana kalo tutup mata seolah-olah bukan masalah? Yakin nggak dirundung amarah atau perasaan bersalah? Eh, mau kemana? Cari pohon! Mau ngapain? Cari inspirasi? Bukan, ada yang perlu digantung. Apa? Bukan. Siapa.

Cerita dari Argopuro (2)

Sabana Setelah Mata Air 2 Empat tahun lalu, awal September 2015, saya melakukan perjalanan ke Argopuro, sekaligus merayakan ulang tahun kedua puluh empat. Argopuro menjadi salah satu gunung favorit karena jalurnya yang cenderung landai namun panjang menyimpan banyak sekali keindahan, ditambah lagi tidak terlalu banyak pendaki lain ketika itu. Sabananya yang sungguh menawan, Danau Taman Hidup yang magis, dan merak-merak liar yang cantik. Berikut catatan perjalanan yang kami lakukan. Perjalanan ini dilakukan dalam kelompok kecil jadi dari awal hingga akhir perjalanan, kami menggunakan angkutan umum. Tadinya saya mau menuliskan biayanya juga, tetapi mengingat sudah empat tahun berlalu, rasanya ongkos dan biaya mungkin sudah tidak lagi terlalu relevan. 3 September 2015 15.15 Berangkat dari Stasiun Senen menggunakan Kereta Matarmaja 4 September 2015 08.30 Sampai di Stasiun Kota Baru, Malang 09.20 Berangkat dari Terminal Arjosari Menuju Probolinggo 11.30 Sampai di Terminal B...

Ruma

Saya selalu membayangkan punya rumah yang banyak kacanya agar matahari bisa masuk dari segala penjuru. Rasanya punya teras kecil untuk sekadar duduk-duduk dan bengong di sore hari mungkin akan menyenangkan. Rumahnya tidak boleh banyak barang-barang yang tidak perlu. Tidak usah yang terlalu besar, yang penting banyak ruang terbukanya, siapa tahu bisa belajar berkebun dan memelihara ikan. Kalau bisa, dekat tempat lari outdoor jadi pagi-pagi bisa jogging. Yang tidak kalah penting tentu saja tidak boleh lebih dari satu jam waktu yang dihabiskan di perjalanan untuk sampai ke kantor.  Hampir setiap minggu selama dua bulan saya melakukan survey. Hampir putus asa karena tidak bisa menemukan seperti bayangan saya di atas. Saya memberi timeline  pada diri saya sendiri, jika Idul Fitri masih belum dapat yang cocok, ya sudah ditunda saja. Nanti dipikirkan lagi rencana selanjutnya. Persis tiga hari sebelum Idul Fitri, saya iseng-iseng lihat iklan di OLX. Dalam pikiran saya, ini yang ter...

Tuan,

Tuan, Aku selalu suka bagaimana ia kehilangan kata-kata saat aku memujinya Bagaimana menyaksikan bahasa tubuhnya yang selalu jujur Menggemaskan sekali Rasanya ingin kupeluk dan kubawa pulang Bolehkah, Tuan? Tuan, Kehadirannya sungguh membuat aku merasa terberkati Kesabarannya sedang pelan-pelan aku ikuti, dengan tergopoh-gopoh Kelebihannya tidak pernah membuatku berhenti bersyukur Kekurangannya memperingatkanku bahwa ia ternyata sungguh manusia Tuan, Jaga ia baik-baik.  Semoga ia berumur panjang dan penuh damai sejahtera.  Tuan, Aku tahu Kau suka kejutan Tapi untuk kali ini, Bolehkah aku minta kejutan yang menyenangkan? Plisss.. Tapi Tuan, Terjadilah padaku menurut kehendak-Mu, hehe.

Zona Waktu

https://thecsrjournal.in/csr-single-time-zone-in-india-causing-hinderance-in-national-development/ "Kalau gue jadi lo, gue bakal mulai nyicil rumah di daerah Depok atau Bogor. Daripada uangnya setiap bulan habis buat bayar kosan, jalan-jalan sana-sini gak karuan. Duit habis gak jelas kemana," seorang teman menceramahi saya di sekitar tahun 2016. "Kosan buat gue sekarang udah cukup kok. Jalan-jalan bikin gue semangat kerja. Gue nggak mau mulai nyicil rumah sekarang, tapi punya hutang lima belas sampe dua puluh tahun ke depan. Mending nabung DP nya dulu sampe banyak," saya menjawab santai. Bodo amat dengan iklan di tv yang bilang hari senin harga properti naik. Pikiran saya ketika itu adalah saya merasa cukup dengan tinggal di kosan yang tinggal lima menit jalan kaki ke kantor, menabung untuk jalan-jalan, dan membeli apa yang perlu saja. Kami terdiam. Sibuk dengan pikiran masing-masing. Saya percaya bahwa tiap orang punya pertimbangannya masing-masing. Saya ...

Percaya

Saya masih ingat pagi dimana pertama kali ia memegang pundak saya. Kemudian perjalanan panjang dan dingin ketika ia membenarkan letak jaket yang sedang digunakan untuk menghangatkan kami berdua. Saya selalu ingin tersenyum mengingat bagaimana pertama kali saya memberanikan diri menggenggam tangannya terlebih dahulu. Ada saat dimana saya gemas karena tak kunjung ada pesan darinya Atau ketika potongan rambutnya yang membuat saya mendadak ingin jadi guru BP Ia membantu saya melewati salah satu masa tersulit dengan kehadirannya yang jujur dan tulus Di suatu siang, saya melihatnya dari kejauhan, ia sedang berbincang dengan sahabatnya Saat itu saya tahu bahwa saya sangat beruntung berkesampatan mengenalnya lebih jauh A very good man with no harm intention. A very patient man that you will have no heart to hurt, even feel very sorry when you react not properly. Bagian terbaik dari mempercayai? Kamu percaya bahwa ia akan mengusahakan segala yang terbaik yang ia bisa. Menghargai d...

Linglung

Ada kisah yang memang belum dibukakan untukmu Kamu hanya bisa menerka dan menyimpan semua pertanyaan itu dalam hatimu Hingga suatu hari kamu memberanikan diri bertanya untuk akhirnya menemukan, Atau sampai suatu hari hal itu menjadi terang-benderang begitu saja di hadapanmu Kamu tertegun mendapati keresahanmu adalah nyata Terkaan yang kamu sangkal, alih-alih adalah kisah yang sebenarnya Seperti ada yang tercerabut dari dalam dirimu Kamu seketika seperti linglung Dunia yang kamu tinggali ternyata tak pernah membuatmu kehabisan bingung Kebenaran memang membebaskan Kejujuran seharusnya melegakan Tapi tidak semua dari kita siap mendapati kenyataan Yang kerap kali adalah ketakutan-ketakutan yang selama ini hanya ada dalam pikiran

Main Kartu

Sewaktu saya masih sekolah, rumah kami sering disambangi oleh sahabat-sahabat Bapak, terutama saat akhir pekan. Mereka senang sekali bermain kartu di ruang tamu kami dengan durasi yang tidak sebentar, bisa dari siang sampai dini hari. Dulu, saya terheran-heran bagaimana mereka bisa main kartu lama sekali. Memangnya tidak bosan ya. Saya memanggil mereka dengan panggilan dalam Bahasa Karo, yaitu 'bulang' yang artinya 'kakek'. Ada Bulang Bukit yang sangat dermawan. Saya paling gembira kalau sudah disuruh membeli rokok olehnya, karena itu artinya akan ada tambahan uang jajan. Ada Bulang Tarigan yang kalau berbincang dengan Ibu saya suka pakai bahasa sunda. Yang paling saya ingat darinya adalah sakit pinggangnya kalau kelamaan duduk main kartu. Yang terakhir adalah Bulang Gang Suci, dipanggil demikian karena rumahnya di Gang Suci. Perawakannya yang tinggi besar dan rambutnya yang keriting agak gondrong langsung tidak lagi menakutkan kalau sudah mendengar ia bersenandung at...

Amigdala

Ada dawai-dawai yang tak bisa dipetik Dan dibiarkan bergeming dalam hati manusia Ada binatang jalang yang tak bisa dilawan Dan dibiarkan menari liar dalam tubuh manusia -Amigdala Sejak kecil, kita diajari bahwa iri hati, serakah, sombong, dan tidak pandai bersyukur adalah contoh sifat-sifat yang buruk. Sebagai manusia yang baik, tidak seharusnya kita memiliki sifat-sifat itu. Seringkali, saya berusaha menghindari sifat-sifat itu, tapi sesering itu juga entah sadar atau tidak, dalam berbagai kesempatan saya jatuh ke dalam pelukan sifat-sifat yang katanya buruk tersebut. Ada saat dimana saya tidak sadar melakukan kesalahan itu dan berlalu begitu saja. Ada saat dimana saya sadar melakukan kesalahan itu, lalu berusaha menyangkal dengan berbagai alasan. Bahwa hal itu dilakukan karena ada pemicu yang lain. Intinya saya tidak berbuat salah. Ada saat dimana saya sadar, lalu merasa malu pada diri sendiri, dan kembali menyangkal diam-diam. Saya sedang belajar untuk tidak han...

Terima Kasih Sudah Hadir dan Saling Menemukan

Kamu pernah bertemu seseorang yang menghadirkan dirinya dengan cara yang sangat sederhana? Saya pernah. Saya memiliki kesempatan untuk bertemu dengan orang yang tidak berusaha menampilkan kelebihannya, tapi tidak juga malu menutupi kekurangannya. Dia yang menghadirkan diri sebagai dirinya seutuhnya, tidak lebih dan kurang. Tidak bertaktik dan licin. Dia mengingatkan saya pada serangkaian proses pendakian. Ia seperti gunung. Gunung tidak pernah menjanjikan apapun selain dirinya sendiri. Ia hadir dengan begitu jujur. Ia tidak berusaha untuk terlihat indah, tapi tidak juga berusaha menutupi segala keajaibannya maupun bagian-bagian gelap yang membuatmu sedikit takut. Bagimu yang menginginkan untuk menjelajahinya lebih jauh, tidak jarang kamu merasa kesulitan, tapi lebih sering kamu menemukan bagian yang membuatmu takjub dan berkali-kali terdiam lalu mensyukuri karena kamu menjadi bagian dari perjalanan ini. Menjelajahinya tidak hanya membuatmu semakin menemukannya, tapi juga me...