Skip to main content

Posts

Jadilah Tangguh!

Yeaayyy! Sheila on 7 ngeluarin album baru Des 2014 kemarin, Musim Yang Baik judulnya.  Ada 10 lagu, tapi yang jadi favorit saya adalah yang judulnya Selamat Datang. Ada siul-siulnya. Liriknya juga bagus. Enjoy! via Youtube ini lagumu yang ku tuliskan untuk temani dimana pun kau tetap semangat jadi dewasa seperti yang kamu impikan jangan mengeluh, jadilah tangguh seperti yang kamu impikan ooh dimanapun kau berada ooh bahagialah oooh dimanapun kau berada ooh selamat datang Tuhan tak akan meninggalkanmu atas yakinmu sejauh ini jangan mengeluh, jadilah tangguh seperti yang kamu impikan ooh dimanapun kau berada ooh bahagialah oooh dimanapun kau berada ooh selamat datang for all the good times and all the bad times i will follow you with this song for all the good times and all the bad times i will follow you with this song for all the good times and all the bad times i'll follow you

Mengawali Tahun bersama Suku Baduy Dalam

Ini open trip saya yang pertama. Apa itu open trip? Semacam tour, jadi ada pihak penyelenggara dan siapapun boleh ikut. Kalau kamu nggak punya teman jalan yang cukup tapi ingin sekali pergi ke suatu tempat, mungkin kamu bisa ikut semacam open trip ini. Harganya mungkin lebih mahal dibandingkan kamu urus segala sesuatunya sendiri. Baduy dalam menjadi pilihan saya dan Hanna, karena kita cuma punya waktu dua hari, harganya lumayan terjangkau (200ribu), dan saya kangen tracking. Kami mengawali tahun 2015 dengan belajar dari suku Baduy dalam. Awal yang baik. Suku Baduy dalam ada di Provinsi Banten. Ada beberapa pintu masuk menuju Baduy dalam, kemarin kami melalui Ciboleger. Akses ke sana masih cukup mudah, kamu bisa naik kereta dari Tanah Abang ke Rangkas Bitung, dari Rangkas Bitung naik Elf ke Ciboleger, kemudian tracking sekitar 3- 5 jam untuk bisa sampai ke Baduy dalam. Begitu memulai tracking, kami langsung disambut dengan ramah oleh para pria suku Baduy dalam. Mereka yang ...

Kapten Bentang

Aku berdiri di sampingmu, mencoba mencari perbedaan dirimu yang sekarang dengan dirimu tiga puluh tahun lalu. Dalam setelan jas lengkap, aku masih bisa melihat sisa-sisa ketampanan dan keras kepalanya dirimu. Tahi lalatmu masih di tempat yang sama. Hidungmu masih tinggi. Entah kau masih mendengarkan permintaanku dulu atau tidak, tapi aku tersenyum saat mengetahui bahwa perutmu tidak membuncit meskipun kau tidak sekurus dulu. Bola matamu? Ah, kenapa kali ini tidak kau buka matamu. Aku ingin berkaca sekali lagi di sana. Lantunan rosario membawa pikiranku terbang ke tiga puluh tahun silam, saat jiwa kita masih begitu muda dan bergairah. Saat mimpi dan optimisme adalah dua sahabat terbaik. Sampai akhirnya hari itu tiba, di suatu Desember yang seharusnya ceria. Di saat orang-orang sibuk menyambut kelahiran Mesias, di saat lagu-lagu natal yang ceria dan menghangatkan jiwa diputar di mana-mana, di saat itulah pengetahuanku tentangmu berhenti.  Penuaan mungkin menyerang hampir se...

Itinerary Nepal 2014

Kenapa Nepal? Hampir setiap orang akan tanya ini, ketika tahu Nepal adalah tujuan destinasi backpacking kami berdua. Jawabannya, because Himalaya is there . Lebih dari lima gunung tertinggi dunia ada di negara ini. Himalaya, atau Everest ibarat "naik haji"-nya para pendaki. Perjalanan kali ini cuma bisa lihat bentangan Himalaya memang. Kalau pinjem istilah temen jalan saya, kali ini kita cek ombak dulu. Doakan, kunjungan berikutnya, kita bisa tracking.  Berikut itinerary ke Nepal dengan tiket AirAsia promo. Saya pergi berdua dengan sistem sharing cost. Kalau mau versi excelnya, bisa hub saya di rani_fransiska@yahoo.com. Thanks to Mba Elok yang udah share itinerary ke Nepal tahun lalu. Enjoy! Semoga membantu. Notes: Siapkan pas foto 4x6 untuk Visa on Arrival Tukar USD ke NPR di Bandara Kathmandu. Tapi di sepanjang pusat pariwisata banyak money changer kok. Tourist Bus dari Thamel - Pokhara berbagai macam harga dari 600 - 1000. Ada banyak tour, pilih...

Sejatinya Turis

Ini jumlah terbanyak yang pernah dia minum, di tempat terjauh yang pernah dia pijak, dengan hanya ditemani seorang teman jalan. Dia ingin sekali saja berada diantara batas sadar dan tidak, sekali saja. Ah, tetapi tidak kali ini sepertinya. Tidak mungkin teman jalannya sanggup menyeret dia untuk kembali ke penginapan jika itu terjadi. Tempurung kepalanya menjadi terasa lima kali lebih berat, tetapi pikirannya jauh terasa lebih ringan, menyusut sepersepuluh kalinya. Dia menjadi lebih banyak bicara. Band accoustic sedang mengalunkan Let It Be dari The Beatles dengan syahdu, dia ikut bersenandung pelan, seolah sedang mempersembahkan lagu itu untuk seseorang. “Biar saya ceritakan kepadamu. Di tempat yang sejauh ini, saya tidak membawa serta hati saya rupanya. Dia masih tertinggal. Saya berharap bir ini sanggup membentuk hati saya yang baru. Pelarian saya tidak berhasil. Sama sekali tidak. Ah, atau mungkin saya yang memang tidak ingin benar-benar pergi. Kadang saya berharap...

Saat Untung dan Malang, Saat Sehat dan Sakit

"Ka, ada undangan," begitu kata ade saya waktu saya sampe di rumah. Saya berharap itu undangan ulang tahun, harapan yang nggak mungkin. Haha. Umur dua puluh tiga udah nggak jaman dapet undangan ulang tahun. Saya punya "geng" yang isinya empat orang dari jaman SMP. Satu udah nikah, satu lagi segera di akhir tahun ini. Satu lagi, entah kenapa, saya yakin, juga akan lebih cepet dari saya. Ah, saya salut untuk keberanian mereka. Saya bisa dengan yakin nulis target tempat yang mau saya kunjungin, pencapaian apa aja yang mau saya dapetin, mau belajar hal baru apa, baca buku berapa banyak, dan semacamnya untuk beberapa tahun ke depan. Tapi anehnya, di tulisan itu, setelah saya baca ulang, nggak ada target punya rumah di umur berapa, mau punya kendaraan apa, investasi apa, pokoknya nggak ada ciri-ciri kemapanan pada umumnya, termasuk target berkeluarga. Ada beberapa temen yang tanya, "emang target lo umur berapa?" Saya bengong, ngawang-ngawang, nggak p...

Pulang

Sudah lama aku tidak pulang, tidak juga memberi kabar. Belum terlalu rindu. Kuhabiskan waktuku sehabis-habisnya, menyibukkan diriku dengan apapun, menyempatkan melakukan banyak hal, kecuali menemuimu. Mungkin karena hidupku baik-baik saja akhir ini, aku sehat, dikelilingi keluarga dan teman-teman yang membahagiakan, pekerjaan yang memang aku inginkan - meskipun kadang aku pertanyakan, dan buku-buku yang bisa membuatku larut berjam-jam. Di saat-saat seperti ini, biasanya aku tidak rindu padamu. Kerinduan itu akhirnya tiba, memanggilku tanpa bisa kuelakkan lagi. Aku memutuskan untuk pulang. Secara tidak sengaja, yang pertama aku temui adalah ibumu, ibu kita, di kebun mawarnya. Kebun mawarnya sangat cantik dan penuh. Aku mencoba mengingat bulan apa sekarang. Ah, bulan ini memang sedang musim mawar. Aku menyapanya, memberi salam. Aku takjub dengan bibirku sendiri. Entah, sudah berapa lama aku tidak menyuarakan salam ini keras-keras untuknya. Tapi ibu tetap tersenyum, tidak ada kecewa apa...

Bentang Raya

Simple miracles, kata lain yang cocok untuk pertemuan ini jika Raya tidak mau menganggapnya hanya sekedar kebetulan. Dua hari berturut-turut Bentang hadir dalam mimpinya. Mimpi yang pertama mereka saling menatap tanpa suara. Di mimpi yang kedua, Raya dan Bentang berjalan bersama, seperti yang pernah mereka lakukan dulu. Di mimpi itu, Bentang mengangkat tangannya persis sesaat sebelum Raya meraihnya. Akhirnya, Raya meninggalkan Bentang yang meneriakinya di belakang.  "Besok saya ke Jakarta, Raya. Ada kerjaan dari kantor." Isi pesan singkat dari Bentang untuk Raya. Raya menarik napasnya pelan, dalam. Andai Raya tidak membatalkan rencana pendakiannya, mungkin Raya tidak akan sempat menemui Bentang. Andai rencana extend perjalanan dinasnya kali ini dikabulkan oleh perusahaan, Raya juga tidak akan sempat menemui Bentang. Pendakian Raya dibatalkan karena ada perjalanan dinas, dan perusahaannya tidak mengizinkan rencananya untuk extend di luar kota. Jadilah   Raya sedang m...

Saya Mimpi

Saya mimpi, saya punya temen jalan yang jadwalnya nggak jauh beda sama saya. Ketika diajak, "ayo, minggu depan kita ke sana!" Dia akan jawab, "OK!" Atau ketika dia yang ngajak, "Gimana kalau bulan depan kita ke sana?" Saya akan bilang, "Ide bagus. Let's go!" Saya mimpi, saya punya temen jalan yang di sepanjang perjalanan, kita bisa berbincang tentang banyak hal. Tentang mimpi, tentang pencapaian, tentang kerjaan, tentang temen-temen, tentang tempat yang baru aja kita lewatin, tentang kemanusiaan, tentang negara, tentang ikan paus di laut atau tentang bunga padi di sawah.

Dua Tiga

Happy 23rd! older and older.. Semenjak 2011, saya nggak ngerayain hari lahir di rumah. Selalu ada alasan dan temen jalan untuk keluar rumah. Beda sama tahun ini. Mau banget naik gunung, tapi apa daya, nggak ada temen jalan. Bahkan ke Pulau Harapan aja batal karena nggak ada peserta. Dan akhirnya, di yang kedua puluh tiga, saya full di rumah. Dua puluh dua saya penuh dengan angka dua. Dua kali ke Sukamantri, dua kali ke Sawarna, dua kali naik gunung, dua kali gagal untuk mata ujian yang sama, dan nomor dua menang pemilu *eh nggak nyambung.