Skip to main content

Posts

Cerita dari Disney Land

Pertengahan April ini, berbekal tiket pesawat gratis Jakarta - Hong Kong PP, free One Day Pas Ticket Disney Land, dan tumpangan menginap di rumah seorang teman, saya akhirnya berkesempatan menyambangi Hong Kong, negara yang katanya supersibuk dengan biaya hidup yang supermahal. Kali ini saya ingin menceritakan pengalaman ke Disney Land melalui foto yang saya ambil secara candid . Karena saya pergi sendiri, sambil menunggu antrian masuk wahana, saya berkesempatan mengambil gambar-gambar ini.  Ada perasaan yang tidak bisa dijelaskan setiap saya melihat kedekatan ayah dengan putrinya, terlebih lagi ayah dengan putrinya yang masih balita. snow white dalam gendongan this pinky princess is in the safest hand have a nice dream, my dear! can you see that, my little girl? warm feeling when i saw them laugh together Kalau foto-foto setelah ini adalah potret interaksi antara ayah dengan anak laki-lakinya. Seorang teman pernah bercerita bagaimana dia sela...

Badai Pasti Berlalu, Terang Pasti Datang

source: https://www.artsdistrictchorale.org/events/light-darkness-stars-vastness-heavens/ Habis gelap, terbitlah terang . Badai pasti berlalu . Slogan penyemangat yang begitu sering bergaung. Permasalahannya, bertahankah kita sampai saat terang itu tiba? Bertahankah kita sampai badai akhirnya berlalu? 2012 saya mengalami masa-masa yang rasanya mengerikan. 2017 saya mengalami hari-hari yang lebih mengerikan. Ah, mungkin bukan mengerikan, tapi “tahun sulit”. Siklus lima tahunan? Entahlah. Masih terbayang jelas dalam ingatan tentang masa-masa itu. Ketika siang, saya berharap malam segera tiba agar saya bisa tidur dan tidak usah sibuk bersosialisasi. Saya pun merasa lelah sepanjang hari. Ketika senja, saya begitu takut membayangkan harus kembali ke kamar dan bergulat dengan kesendirian. Ketika malam, saya terjaga dalam gelap dengan mata nyalang dan terisak dalam hening. Pekat malam mendistorsi kenyataan menjadi hal yang jauh lebih buruk dari sebenarnya dan memunculkan ide-ide y...

Di Kereta Menuju Jogja, Tepat Pukul Lima

Ada momen yang begitu nyaman untuk terlelap Misalnya saat berada di kereta menuju Jogja, tepat pukul lima Saat matahari mulai menyinari harapan petani yang sedang menguning Juga menghangatkan jiwa-jiwa kami yang mulai dingin Ada momen yang begitu nyaman untuk terlelap Misalnya saat berada di kereta menuju Jogja, tepat pukul lima Diiringi penyair jalanan yang menyanyikan rima Membawakan syair entah karya siapa Ada momen yang begitu nyaman untuk terlelap Misalnya saat berada di kereta menuju Jogja, tepat pukul lima Bersama teman-teman seperjalanan Yang diam-diam tidak pernah merasa sejalan Kereta tiba di Stasiun Lempuyangan Yang terlelap bangun tergesa memungut impian Kereta sudah sampai Tapi perjalanan belum selesai

Cerita dari Boalemo - Pulo Cinta Eco Resort

"Ran, ke Pulo Cinta yuk," Azki memberi ide untuk melakukan perjalanan ke suatu pulau yang akhirnya saya tahu itu ada di Boalemo, Gorontalo. Karena saya mure kalau masalah diajak jalan-jalan, saya pun langsung mengiyakan dengan mengajak teman-teman KMK siapa tahu ada yang berminat. Lumayan juga, semakin banyak orang, bisa semakin murah. Akhirnya, pertengahan Oktober 2017, saya, Azki, Leti, dan Eva berangkat kesana. Dari gambarnya saja, Pulo Cinta Eco Resort ini bentuknya lope-lope gitu. Tidak heran kalau tempat ini biasanya menjadi tujuan honeymoon . Perjalanan kali ini tidak terlalu rumit transportasinya. Kami menggunakan direct flight ke Bandara di Gorontalo dari Bandara Soekarno Hatta. Sesampainya di Bandara Gorontalo, kami sudah dijemput oleh pihak resort dengan menggunakan mobil untuk melanjutkan perjalanan selama kurang lebih dua jam. Jangan takut, jalanan dan pemandangannya bagus, jadi dua jam tidak akan terlalu terasa. Setelah dua jam berkendara, akhirnya dilanjut...

Sajak Pertama Untukmu

Senja merah muda dan semut-semut sedang termenung. Mereka mendengarkan perbincangan dua orang canggung yang sesekali terselip dengung. Rumput-rumput meliuk bingung. Sepakat. Bahwa persamaan adalah berkat. Perbedaan adalah rahmat. Dan perjuangan adalah hakikat. Tidak perlu terlalu cepat. Tidak juga menjadi terlambat. Biarlah semua pada waktu yang tepat. Lihatlah, hening mulai menari. Rasakan pula damai yang turut bernyanyi. Perlahan, langit pun turut berseri. Angin sore menyapa mereka sambil berbisik: "Iman, Pengharapan, dan Kasih. Yang terbesar diantaranya adalah kasih."

Jalur Pulang

Katanya, cuma orang gila yang terus melakukan hal yang sama tapi mengharapkan hasil yang berbeda. Hmm, sekarang bayangkanlah kalau kamu sedang tersesat. Kamu mencari jalan pulang dengan mengulangi lagi jalan yang telah kamu ambil, berkali-kali, tanpa ada modifikasi sama sekali. Bisakah kamu pulang? Saya bagian dari yang mereka sebut gila. Sekarang saya melihat ke belakang dan mencatat baik-baik salah jalur yang pernah saya ambil hingga membuat saya ada di tempat berdiri sekarang. Pernah melewati jalur yang luar biasa indah, tapi ternyata membawa saya pada bibir tebing dan membuat saya hampir mati. Pernah juga melewati hutan gelap dan lembab, tidak ada pemandangan lain selain jalan setapak yang menanjak dan penuh semak. Rupanya jalur ini membawa saya pada pemandangan matahari terbit terbaik.  Begitu banyak percabangan di depan. Bukan tidak mungkin salah dan gagal lagi. Setidaknya berani berubah dan mengambil jalur baru, sambil berharap bisa pulang, di saat yang tepat.

Tentang Memberi Arti

Pernahkah kamu membayangkan ada miliaran orang di luar sana. Yang paling menakjubkan adalah setiap orang sedang menjalani cerita mereka masing-masing di lintasannya masing-masing. Artinya ada miliaran lintasan, ada miliaran cerita. Sekalipun kadang ada lintasan yang bersinggungan, tetap saja lintasan itu unik bagi tiap orang, seperti DNA. Setiap orang memiliki kebahagiaan, permasalahan, dan perjuangannya sendiri. Dari Paus Fransiskus, Donald Trump, Presiden Jokowi, Fadli Zon, Gubernur Jakarta, Liam Neeson, Ketua BEM UI, Butet Manurung, Ayu Utami, bapakmu, ibumu, adikmu, sahabatmu, atasanmu di kantor, dosen favoritmu, kenalan lamamu, mantan kekasihmu, kekasihmu, abang gojek yang kamu tumpangi hari ini, pengemis penyandang disabilitas yang kamu lihat hari ini, abang bakso yang suara mangkok lirihnya kamu dengar dari kejauhan, supir taksi yang mengeluh padamu tentang penumpang yang makin sepi, bayi yang ditinggalkan oleh orang tuanya, dan masih banyak lagi. Bayangkan setiap orang, mu...

Nyalang

Kita bersebelahan. Ada hening yang begitu panjang. Matamu nyalang. Kudengar tarikan napasmu yang dalam dan panjang, dan kemudian kamu lepaskan dengan tergesa. Seperti berusaha mengambil segala yang ada di dalam hatimu, lalu ingin buru-buru membaginya ke udara.  Ku putuskan untuk memelukmu. Tubuhmu terguncang. Menangis tergugu. Kueratkan pelukanku. Berharap retakan-retakanmu tidak sampai membuatmu pecah.  Semoga pelukan menyembuhkan. Sayang, percayalah bahwa akan ada satu pagi, dimana ketika kamu bangun, kamu kembali merasa utuh, penuh. Sekarang, tidurlah.

Doakan Saja yang Terbaik Untuk Mereka

source of picture: https://www.desiringgod.org/interviews/if-i-fail-to-forgive-others-will-god-not-forgive-me Tuhan bersifat universal, begitupun kasih. Karena Tuhan sendiri adalah kasih. Yang bersifat universal mampu melampaui sekat apapun, tanpa syarat, tanpa pandang bulu. Kasih melampaui sekat-sekat agama, ras, bahkan spesies sekalipun. Ketika kamu mengasihi seseorang, kebahagiannya adalah kebahagiaanmu. Sedihnya adalah sedihmu. Kamu akan mendoakan semoga segala yang terbaik akan terjadi pada orang yang kamu kasihi. Seorang teman mengatakan pada saya malam ini, "doakan saja yang terbaik buat mereka." Tiba-tiba ada bagian dari jiwa saya yang terbuka. Hal yang selama ini tidak saya sadari. Mungkin selama ini yang lebih saya kasihi adalah diri saya sendiri. Sublimasi dari rasa egois saya yang seolah-olah saya proyeksikan sebagai rasa kasih saya kepadanya. Butuh perjalanan panjang untuk sampai pada tahap ini dan saya tahu akan terus berproses. Begitu banyak keputusa...

Climbing

Kegiatan outdoor  dan olahraga ekstrim sedang booming  beberapa tahun terakhir. Kalau dahulu hanya komunitas atau penggiat dari kalangan tertentu yang bisa terlibat, sekarang banyak pihak yang sudah membukanya untuk umum, sebagai bagian dari usaha komersil mereka, termasuk climbing . Di Tangerang sana, ada fasilitas climbing indoor  yang terbuka untuk umum. Saya mencobanya awal Desember kemarin. Setelah tujuh tahun berlalu, ini pertama kalinya saya kembali ke papan panjat. Tempatnya lumayan menyenangkan. Di lantai dua ada tempat untuk latihan bouldering . Di lantai empat, untuk latihan panjat. Ada berbagai level kesulitan, mulai dari very easy sampai Cry.  Segala peralatan, dari sepatu, harnest, dll sudah disiapkan. Disediakan juga petugas  belayer, yang siap sedia memandu dan menjaga kamu selama memanjat.  Mas belayer bertanya kepada saya, "Mba dulu anak sispala ya?" "Kok tahu mas? Pernah ketemu gitu dulu?" Saya ingat, sispala kami beberapa k...