Skip to main content

Posts

Detak, Denyut, dan Denting

Aku ingin lelap di dekat jantungmu malam ini sampai napasku dan detakmu menjadi seirama. Ambillah lenganku, rasakan denyut nadinya, biarkan hembusan napasmu mengikuti denyut nadiku.  Ya, sampai kita berdua menjadi seirama. Kamu dengar denting jam dinding sialan itu? Yang ketiga dari keberadaan kita berdua. Dia tuannya sekarang. Detak jantungmu, denyut nadiku, dan hembusan napas kita, harus tunduk kepadanya. Detakmu, denyutku, dan dentingnya sedang seirama sekarang. Alunan surga, katamu, nikmatilah! Ketika dentingnya berhenti, detakmu dan denyutku pun harus berhenti. Ah, aku ingin lelap di dekat jantungmu malam ini sampai napasku dan detakmu menjadi seirama. Matikan jamnya, agar tak perlu lagi kita dengar dentingnya.  Agar hanya kita berdua yang seirama.

Cerita dari Argopuro (1)

Jalur di Awal Pendakian Rencana awalnya adalah “merayakan” hari lahir di puncak Kinabalu, Malaysia. Tiket dan paket pendakian sudah dibeli sejak awal tahun. Tapi apa daya, Gunung Kinabalu ternyata terkena gempa, dan baru bisa didaki sampai puncak di bulan Desember. Saya tahu berita ini H-10 keberangkatan. Cuti selama seminggu sudah disetujui supervisor . Kinabalu boleh cancel, tapi saya tetap ingin menyepi di gunung saat hari lahir. Ada satu nama yang langsung muncul di pikiran, dan tanpa pikir panjang, saya langsung menghubunginya. Jika orang yang memiliki teman naik gunung terpercaya dan bisa diandalkan adalah orang yang beruntung, maka saya termasuk golongan orang yang beruntung. “Kinabalu gw cancel nih. Lu ada rencana naik gunung tanggal 3 – 8 Sept?” Saya mengirim pesan singkat kepadanya. “Belum ada. Adain aja!” jawabnya singkat. Yeayy! Sempat muncul beberapa pilihan, mulai dari Merapi, Lawu, Sindoro, hingga Sumbing. Akhirnya, pilihan kami berakhir di Argopu...

Di Beranda yang Pertama

  Raya menemani Alam berbuka puasa hari ini. Ya, hanya menemani, karena Raya memang tidak perlu berpuasa selama bulan Ramadhan. “Mampir dulu, Lam?” tanya Raya dengan maksud hanya basa-basi saat Alam mengantarnya kembali ke kos. Sempat agak terkejut, ternyata Alam menerima tawarannya. Itulah pertama kalinya mereka menghabiskan setengah malam dengan berbincang di beranda. Kejutan, hadiah! Mungkin ini kata yang paling cocok untuk menggambarkan pertemuan mereka kembali. Keduanya tidak pernah lagi berani berharap bisa bertemu sejak sabtu malam dulu. Kemarau setahun dihapus hujan sehari. Tidak bertemu selama sembilan tahun dihapus dengan pertemuan sehari. Mereka berbincang sangat banyak malam itu. Saling mengisahkan apa yang terjadi selama mereka tidak berkomunikasi sama sekali. Begitu banyak yang terjadi, begitu banyak yang ditemui, sampai akhirnya mereka menyadari, bahwa ada bagian yang tidak pernah bisa terganti. Malam itu, barulah mereka tahu bahwa mereka ham...

Lorong Waktu

Raya mengambil jins belel dan flannel hijaunya, lalu mematung di depan cermin. Cermin di hadapannya mendadak menjadi lorong waktu, membawanya kembali ke masa putih merah, masa dimana puber saja bahkan belum dimulai. Petualangan Sherina, Sheila on 7, pramuka, permainan benteng, bermain sepeda, sekolah bocor, mandi hujan, dan berbagai kenangan berkelebat. Sebentar lagi, Raya akan menemui teman kecilnya, untuk pertama kalinya hang out bersama dalam usia yang tidak lagi anak-anak.   “Halo Lam,” sapa Raya agak canggung saat menemui Alam yang ada di kursi kemudi. Sabtu malam sembilan tahun yang lalu, mereka berdua memutuskan untuk tidak lagi berpacaran. Saat itulah terakhir mereka bertemu. Malam ini, mendadak Raya seperti kembali berumur lima belas tahun, kembali menjadi remaja yang canggung dan gugup. “Sehat, Ray?” tanya Alam dengan suara khasnya. Raya hanya berani melihat sekilas, potongan rambut Alam tidak berubah dari terakhir mereka bertemu. “Sehat,” jawab Raya ...

Api

Ada orang yang seolah-olah mendadak dihadirkan dari masa lalu ke masa sekarang. Tanpa sadar, kehadirannya mengubah   sistem dan rutinitas yang sudah bertahun-tahun telah dijalani tanpanya. Sempat kehilangan keseimbangan, tapi dari aromanya, ini berbau petualangan. Tantangan yang sepertinya akan menyenangkan. Akhirnya, lingkaran maya dibuat di atas tanah sengketa, lalu sepakat memutuskan untuk memantik api. Menari dengan gembira di tengah kobaran api yang seharusnya tidak pernah ada. Ada tiga kemungkinan. Pertama, keduanya lelah menari, lalu api padam, dan lingkaran maya menghilang tanpa bekas, seolah tidak pernah ada. Kedua, diusir dari tanah sengketa dan menari bersama sepanjang sisa usia. Ketiga, terbakar hidup-hidup, menjadi debu, lalu tertiup angin, tak bersisa apa-apa selain legenda cerita sedih. Belum diketahui apa yang akan menjadi akhir dari tarian mereka. Satu hal yang pasti, mereka masih menari dengan bahagia di tengah kobaran api. Asapnya tidak lagi berb...

Di Beranda

senja di beranda Ada tiga kursi di beranda, entah apa yang membuat Alam memilih kursi paling tua diantara ketiganya, yang catnya sudah pudar dan berkarat di sana-sini. Dia sudah memilih singgasananya. Dia akan selalu memilih kursi itu setiap kali dia berkunjung ke berandaku. Di berandaku bersamanya, waktu berjalan bagai berlari. Senja sekejap menjadi tengah malam. Menghabiskan waktu berbincang di beranda saat senja tiba seusai seharian bekerja, untuk itulah berandaku diciptakan. Rupanya, Alam menjadi salah seorang yang membuat konsep berandaku menjadi nyata. Aku mulai hafal urutan ritual kami. Alam akan mematikan kendaraannya lalu berjalan menuju singgasananya yang berkarat itu. Sebelum duduk, Alam akan membuka resleting jaketnya setengah, tanpa melepasnya. Aku akan masuk mengambil air, dan saat aku kembali, dia sudah menghisap rokok pertamanya. Berandaku dihidupkan oleh asapnya, suaraku, suaranya, tawaku, tawanya, dan hening kami. Aku masih menunggu saat hening ka...

Die but aren't Buried

Dia adalah simbol untuk orang muda. Jiwanya begitu bebas, hidupnya penuh gairah, tawanya begitu riang. Dia tahu apa yang dia mau, tahu kemana perjalanannya akan menuju. Pemikirannya cerdas, pembawaannya tenang, berjalan bersamanya membuatmu damai, sekaligus bergairah, bergairah untuk hidup, untuk sehat, untuk tetap muda selama mungkin. Suatu hari dia akan menua, masihkah hidupnya menggairahkan? Sebagian orang takut menua. Kehilangan kebugaran tubuh, tidak lagi kuat berlari. Sebagian takut tidak bisa menjadi orang tua, lalu kesepian di hari tua. Sebagian yang lain, takut menjadi orang tua, memegang tanggung jawab seumur hidup, bertanggung jawab karena telah ikut andil dalam proses “penciptaan”. Yang paling menakutkan dari semuanya adalah kehilangan gairah. Kehilangan kesempatan melakukan hal-hal yang disukai, kehilangan semangat untuk memperjuangkan hal-hal yang dicintai. Menjalani hidup hanya karena belum mati secara fisik. Most people die at 25 but aren’t ...